Tampilkan postingan dengan label Keindahan Bendungan Orde Baru Yang Masih Kokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keindahan Bendungan Orde Baru Yang Masih Kokoh. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Desember 2017

Keindahan Bendungan Orde Baru Yang Masih Kokoh

Bendungan Wadaslintang
By Gigih Asmara (Feature)


            Bendungan Wadaslintang adalah sebuah tanggul yang membendung Waduk Wadaslintang yang lokasinya berada di Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Kebumen. Tetapi lebih tepatnya bendungan ini bertempat di Desa Sumberejo Kecamatan Wadaslintang Kabupaten Wonosobo. Letaknya berjarak 42 km dari Kota Wonosobo dan apabila pengunjung yang berasal dari daerah timur dan selatan bisa melewati Kecamatan Prembun yang jaraknya kurang lebih 15 km. Bisa ditempuh menggunakan kendaraan pribadi dan juga angkutan umum berupa bus dengan membayar Rp.20.000 sudah bisa sampai ke lokasi. Jika ditempuh menggunakan kendaraan pribadi bisa memakan waktu sekitar satu setengah jam dan apabila dengan angkutan umum dapat ditempuh dengan waktu yang lebih lama, yaitu sekitar dua jam dari Kota Wonosobo hal ini karena angkutan umum berhenti pada terminal yang dilewati. Kondisi jalan menuju lokasi ini sangat bagus dan mendukung karena jalan yang dilalui adalah jalan milik nasional dan jalur utama yang menghubungkan Kabupaten Kebumen, Purworejo, dan Wonosobo, hanya saja alur jalan yang berkelok-kelok dan juga terkesan sepi.
            Waduk Wadaslintang dibangun pada tahun 1982 dan selesai pada tahun 1988 perlu waktu tujuh tahun untuk menyelesaikan pembangunan mega proyek ini. Bendungan ini jika dilihat dari sejarahnya merupakan suatu bentungan yang pembanguananya diusulkan langsung oleh presiden ke dua Republik Indonesia yaitu Soeharto pada masa pemerintahannya yaitu Orde Baru yang dimasukan kedalam REPELITA atau Rencana Pembangunan Lima Tahun. Pembangunan objek ini memiliki berbagai macam fungsi diantaranya adalah untuk mencapai swasembada pangan di Indonesia pada waktu itu. Pembangunan ini juga merupakan usulan-usulan dari masyarakat yang sering terkena banjir sebelum adanya Bendungan Wadaslintang, seperti Kabupaten Kebumen dan juga sebagian Kabupaten Purworejo. Pembanguann Bendungan ini di lakukan oleh kontraktor asing yaitu PT.Resource Hydro Coorporation dari Fillipina yang bekerjasama dengan kontraktor Indonesia PT.Brantas Abipraya. Dalam pembangunan waduk ini juga menyisakan sebiah kisah yang cukup kelam, banyak sekali pegawai yang meninggal saat pengerjaan proyek, bahkan hingga jumlahnya ratusan orang baik dari asing maupun yang berasal dari Indonesia. Bendungan Wadaslintang diresmikan langsung oleh Presiden Soeharto pada tahun 1988 dengan menyebar 200.000 bibit ikan di perairan Waduk Wadaslintang. Soeharto juga membubuhka tanda tangannya sebagai simbol diresmikannya waduk diatas sebuah batu yang sekarang dijadikan sebagai tugu yang disekelilingnya terdapat nama-nama para pekerja yang meninggal dalam pembuatan proyek ini.
            Bendungan Wadaslintang ini juga memiliki pemandangan yang sangat indah yaitu dapat melihat pemandangan dan pegununungan yang ada di depan Waduk Wadaslintang karena waduk ini memiliki posisi bendungan yang diapit oleh dua pegunungan, jadi bendungan ini sangat unik tingginya sama dengan pegunungan batu yang mengapitnya. Bedungan ini memiliki tinggi 125 meter dan juga memiliki lebar 10 m serta memiliki panjang 650 m, bahkan waduk ini pernah menjadi waduk terdalam di kawasan Asia Tenggara. Konstruksi bangununan yang dimiliki juga sangat unik, pembangunan bentuk fisik bendungan tidak dibangun menggunakan semen, melainkan menggunakan tanah, pasir, dan campuran bebatuan yang digilas menggunakan alat berat hingga meninggi, pembangunan tersebut menggunakan teori pemadatan ini basah. Tipe atau model dari bendungan ini adalah tipe rockfile, bangunan bendungan banyak dikagumi oleh pakar-pakar konstruksi bangunan dan arsitek dunia karena modelnya yang unik dan sangat kuat, bahkan diprediksi dapat bertahan selama 200 tahun. Pembangunan waduk ini harus meneggelamkan lima desa di Kecamatan Wadaslintang yang basis utamnya adalah Desa Sumbersari sebagai desa yang paling besar ditenggelamkan. Waduk ini mampu menampung air sebanyak 443.000 m3 dan air tersebut selain digunakan untuk saran irigasi juga digunakan sebagai PLTA Pembangkit Listrik Tenaga Air yang listriknya digunakan untuk menghidupi Pulau Jawad dan Bali yang dilakukan secara bergiliran dalam pengoperasiannya bergantian dengan waduk lain di Pulau Jawa. Bendungan ini juga unik yaitu bendungan ini atasnya digunakan sebagai jalan utama yang menghubungkan ke sebuah desa yaitu Desa Kaligowong.

            Bedungan Wadaslintang juga digunakan sebagai tempat wisata, waduk ini sering dikunjungi oleh wisatawan yang berasal baik dari daerah seitar Wadaslintang maupun daerah lainnya. Pegunjung sangat penasaran dengan bangunan bendungan dan juga pemandangan yang ada disekitar Bendungan Wadaslintang. Apabila pada bulan puasa tempat ini sangat ramai dikunjungi oleh orang-orang pada sore hari, tidak hanya bulan puasa pada akhir minggu tempat ini juga banyak digunakan untuk nongkrong anak-anak muda dan juga sebagai tempat para komunitas-komunitas baik motor, maupun komunitas lainnya menunjukan kemampuan yang dimiliki sesuai dengan komunitasnya. Pada pagi hari pada saat udara masih dingin tempat ini memiliki daya tarik tersendiri yaitu ketika berada di atas bendungan pengunjung akan seperti berada di atas awan karena kabut-kabut masih menggumpal di depan bendungan dan sangat cocok untuk diabadikan dengan berfoto. Waduk ini sangat cocok untuk wisatawan yang juga gemar memancing, karena tempat ini merupakan tempat favorite yang digunakan untuk memancing, bahkan terdapat beberapa pemancing yang berasal dari luar daerah. Pengunjung juga dapat menikmati dan membawa pulang sebuah makanan khas Desa Sumberejo yaitu Pepes Ikan Nila yang sangat khas dan hanya ada di Kecamatan Wadaslintang khususnya Desa Sumberejo. Oleh karena itu bagi para traveler tidak ada salahnya mencoba mengunjungi destinasi wisata lokal yang satu ini dijamin bakal seru dan akan menjadi kenangan yang menyenangkan. 
Baca selengkapnya